Showing posts with label Produktif. Show all posts
Showing posts with label Produktif. Show all posts

Friday, 20 November 2015

NAT Dan DHCP

NAT (Network Address Translation)

      1.Pengertian NAT
NAT  merupakan perpindahan suaru alamat IP ke dalam IP lain. Arti lain, NAT adalah  pemetaan (translasi) alamat IP sehingga banyak IP private dalam sebuah LAN dapat mengakses IP publik, dimana kita ketahui bahwa IP private hanya digunakan dalam LAN dan tidak bisa di gunakan untuk IP publik. Melalui proses inilah, banyak komputer dapat mengakses internet karena adanya mekanisme NAT tersebut.
Intinya adalah, NAT mentranslasikan IP private seolah-olah mengakses sebuah alamat host di internet menggunakan IP publik. Tanpa hal ini, tidak mungkin komputer lokal dapat mengakses internet. Sebagaimana juga di ketahui alamat IP publik sudah semakin menipis, dan rencana kepada next generation melalui IPv6 sudah dilakukan, maka penggunaan NAT dirasakan sangat efektik, terutama dalam alokasi IP Address.
Topologi secara sederhana dapat dilihat seperti berikut :
LAN (Komputer Lokasi) => Switch/Hub => Modem (NAT) => Internet

2.      2.Fungsi NAT
Fungsi NAT terletak pada link out ke internet, dalam hal ini adalah Modem. Modem yang sering digunakan adalah Modem ADSL, walaupun jenis lain juga banyak di gunakan. Modem ADSL menggunakan line PSTN telpon sebagai media penghubung ke provider. Dari modem inilah koneksi dapat di share menggunakan switch/hub sehingga banyak komputer dapat mengakses internet.


3.      3.Jenis-Jenis NAT
Terdapat dua jenis NAT, yaitu :
-          DNAT (Destination Network Address Translation)
Di gunakan untuk meneruskan (redirect) paket dari IP publik melalui firewall kedalam suatu host misalnya dalam DMZ. Dnat hanya bekerja untuk tabel NAT. Tabel NAT berisi tiga bagian yang disebut “Chain” setiap aturan akan diperiksa secara berurutan sampai ada satu yang tepat. Kedua Chain disebut PREROUTING dan POSTROUTING dan yang ketiga OUTPUT atau Chain buatan yang dipanggil oleh kedua Chain tersebut.


-          SNAT (Source Network Address Translation)
Di gunakan untuk merubah source address, dari suatu paket data. Target ini berlaku hanya pada kolom POSTROUTING dan hanya disinilah Snat bisa dilakukan sebagai contoh penggunaan Snat  pada gateway internet.

4.      4.Implementasi Setting NAT di Mikrotik
Untuk prakteknya secara langsung kita dapat ketikkan pada new terminal di mikrotik dan lihat pada topologi di atas, pada router di atas jika kita tidak mengkonfigurasi NAT maka pada client di atas tidak akan dapat terhubung ke IP Publik, yakni IP ISP karena belum adanya translasi dari pada router kita, agar router dapat mentranslasi IP Private kita menjadi IP Publik sehingga dapat terhubung ke internet maka diperlukan konfigurasi pada NAT.
Persiapan :
-          Pastikan anda telah memberi IP Address pada masing-masing Ethernet di Mikrotik dengan IP Ether1 = IP Public dan Ether2 = IP Local.
-          Sudah Terinstal Winbox di computer untuk meremote mikrotik.
-          Memahami Basic Networking TCP/IP.
Skenarionya adalah sebagai berikut :
-          Kita akan mensetting client 1,2,3 agar IP pada komputer tersebut dapat di translasi pada NAT dan dapat menggunakan internet.
IP Firewall Nat add chain=srcnatout-interface=ether1 action=masquerade.
Atau :
            IP Firewall Nat add chin=srcnat out-interface =ether1 dst-address=0.0.0.0/0 action=masquerade.
IP 0.0.0.0/0 artinya semua IP pada range sebuah subnet, atau dengan kata lain : Default  Gateway.
Jika tidak ada route lain yang disetting untuk range IP tertentu, maka trafik akan diarahkan ke default gateway ini. Dimana IP 0.0.0.0/0 =  semua alamat IP dari 0.0.0.1 s/d 255.255.255.255. Dengan demikian semua client pada komputer di atas dapat menggunakan internet karena adanya action masquerade untuk dapat menggunakan internet.
-          Sekarang kita akan mensetting client 1 dan client 2 agar terhubung internet sedangkan client 3 tidak, berikut caranya :
IP  Firewall Nat add chain=scrnat src-address=192.168.88.2-192.168.88.3 out –interface=ether1 action=masquerade.
Dengan settingan diatas maka yang dapat terhubung ke internet hanya client 1 yang memiliki IP 192.168.88.2 dan client 2 yang memiliki IP 192.168.88.3.
-          Kita akan membolehkan hak akses browsing untuk 1 client saja misal pada client 1 saja, client 2 dan 3 tidak diberikan hak akses browsing.
IP Firewall Nat add chain=srcnat src-address=192.168.88.2 protocol=tcp dst-port=80 out-interface=ether1 action=masquerede.
Dengan settingan diatas maka hanya client 1 saja yang dapat hak akses browsing, sedangkan client yang lainnya tidak.
-          Kita sekarang akan hanyamengizinkan client 2 saja untuk dapat Login kedalam email yahoo, gmail, dan email lainnya.
IP Firewall Nat add chain=srcnat src-address=192.168.88.3 protocol=tcp dst-port=443 out-interface=ether1 action=masquerade.
-          Kita akan mengizinkan client 1 saja untuk bisa melakukan ping, maka settingannya sebagai berikut :
IP Firewall Nat add chain=srcnat src-address=192.168.88.2 protocol=icmp out-interface=ether 1 action=masquerade.
Catatan : Untuk melakukan percobaan diatas jangan menumpuk Nat karena fungsi Nat yang ditumpuk maka router mikrotik akan menjalankan semua pada baris-baris Nat diatas, remove terlebih dahulu.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
1.      1.Pengertian DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan atau meminjmkan IP Address terhadap host yang berada dalam satu jringan secara otomatis.
Dalam sebuah jaringan local yang tidak menggunakan DHCP, untuk memberikan konfigurasi terkait pengalamatan komputer atau host harus dilakukan secara manual. Jika ada ratusan host yang tergabung dalam jaringan local tersebut, maka sang administrator pun harus melakukannya hingga ratusan kali.
Namun tidak demikian jika sudah dipasang DHCP pada jaringan local. Pemberian IP Address untuk setiap komputer tidak perlu lagi dilakukan secara manual, karena sudah ada sistem yang memegang tanggung jawab tersebut. Jadi, administrator  jaringan hanya melakukan settingan dikomputer yng menjalankan service DHCP.
Dalam jaringan, server merupakan komputer yang tugasnya melayani setiap komputer atau host yang tergabung dalam satu jaringan. Nah, mudah saja, DHCP Server adalah sebuah komputer yang menjalani fungsi DHCP sebagaimana yang sudah di katakan.  DHCP server inilah yang nantinya akan memberikan pinjaman IP Address kepada komputer host yang terhubung.
DHCP Server merupakan komputer yang berfungsi memberi pinjaman IP Address ke host yang ada. Sedangkan host yang mendapat pinjaman IP Address dari DHCP Server tersebuat biasa disebut DHCP Client. Jadi, dimana ada server pasti ada client juga.


2.      2.Cara Kerja DHCP dalam jaringan
Terdapat empat tahap yang dilakukan dalam proses peminjaman IP Address pada DHCP. Berikut adalah uraiannya :
Tahap 1 : IP Least Request
Tahap pertama ini merupkan tahap dimana si client dalam jaringan meminta IP Address yang tersedia pada DHCP Server. Awalnya saat pertama clien terhubung dalam jaringan, client ini akan mencari dulu apakah ada DHCP Server yng bekerja pada jaringan tersebut. Nah, begitu ditemukan, client akan meminta IP Address pada DHCP Server yang ada.
Tahap 2 : IP Least Offer
DHCP Server mendengar broadcast dari client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. Kemudian DHCP Server membrikan penawaran terhdap client tersebut berupa IP Address.

Thursday, 22 October 2015

Keamanan jaringan



Keamanan jaringan (Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.
Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini :
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan : § diam dan semua akan baik-baik saja § sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda § teknologi yang digunakan kompleks/rumit, artinya aman.
Dan apa itu administrator jaringan? tugasnya apa saja?
Administrator Jaringan Komputer adalah sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan.
Penggunaaan sistem jaringan komputer dalam sekala kecil maupun luas akan membutuhkan pengaturan-pengaturan mulai dari tingkat fisik maupun non fisik. Pengaturan-pengaturan tersebut melibatkan proses pengontrolan. Ada beberapa definisi mengenai administrasi jaringan ini antara lain :
  1. controlling corporate strategic (assets)
  2. controlling complekxity
  3. improving service
  4. balancing various needs
  5. reducing downtime
  6. controlling costs
Pada intinya administrator network bertugas mengelola serta menjaga seluruh sumber daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan keamanan jaringan itu sendiri.
Sebelum berbicara tugas dan tanggung jawab berikut beberapa hal umum yang harus di kuasai seorang network administrator ;
1.      Pengetahuan dasar tentang komputer teori maupun praktek, hal ini sangat penting karena tidak mungkin menjadi seorang administrator jaringan komputer namun bagaimana kerja sistem komputer sendiri tidak dikuasai dengan baik.
2.      Pengetahuan tentang berbagai perangkat keras jaringan komputer seperti ; repeater, hub, switch, router,antena, kabel dan berbagai perangkat pendukung lainnya, pemahaman meliputi cara kerja, pemasangan dan konfigurasi.
3.      Pemahaman tentang routingPemahaman tentang routing teori maupun konfigurasi harus di kuasai dengan baik agar mampu membangun jaringan dengan baik hal ini sangat diperlukan terutama jika komputer ataupun sub organisasi perusahaan sangat banyak.
4.   Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer terutama jaringannya ( network security ) akan sangat membantu dan memberikan nilai lebih.
5.   Selain kemampuan teori maupun praktek yang harus dikuasai dengan baik hal lain adalah memiliki etika profesional, tanpa etika dan sikap seorang profesional yang baik maka semua kemampuan teori maupun praktek yang dikuasai tidak akan berarti banyak.



Fungsi dan Tugas Network Administrator
Ada beberapa fungsi dan kerja administrator, namun secara garis besar dapat dinyatakan dari irisan antara network, hardware, dan application. Tugas dari  administrator jaringan adalah:
Security management: menitik beratkan kerja mencakup masalah network administrator keamanan mencakup hal-hal berikut:
1.      Firewall adalah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas yang dianggap tidak aman.
2.      Username: username akan digunakan sebagai informasi log in password control: yaitu pengendalian pasword yang dimiliki oleh sebuah sistem.
Resource access: network admin mampu melakukan pembatasan penggunaan sumber daya sesuai dengan hak akses yang diberikan.